Jumat, 26 September 2014

Jumlah Ismiyah



A.    Jumlah Ismiyah (Mubtada dan Khobar)
1.      Pengertian Mubtada dan Khobar
Mubtada ialah isim marfu’ yang bebas dari ‘amil lafadh, sedangkan Khobar ialah isim marfu’ yang dimusnadkan kepada mubtada, contohnya seperti perkataan: زَيْدٌ جَالِسٌ zaid duduk.
Maksudnya: mubtada itu isim marfu’ yang kosong atau bebas dari amil lafadh, yakni yang merafakan mubtada itu bukan amil lafadh , seperti fail dan naibul fail, melainkan oleh amil maknawi yaitu oleh ibtida atau permulaan kalimat saja.
Sedangkan khobar adalah isim marfu’ yang di musnadkan atau disandarkan kepada mubtada, yakni tidak akan ada khobar kalau tidak ada mubtada dan mubtada itulah yang merafakan khobar seperti lafadh زَيْدٌ جَالِسٌ (zaid duduk). Lafad زَيْدٌ   menjadi mubtada yang dirafakan oleh ibtida, tanda rafanya dengan dhomah karena isim mufrod. Sedangkan lafadh جَالِسٌ menjadi khobarnya yang dirafakan oleh mubtada, tanda rafanya dengan dhomah karena isim mufrod.
Kata Nadzim:
Mubtada ialah isim yang selamanya dirofakan dan terbebas dari setiaf lafad yang menjadi amil
Sedangkan khobar ialah isim yang marfu di musnadkan atau disandarkan kepada mubtada karena sesuai pada lafadnya.
2.      Pembagian mubtada:
Mubtada itu terbagi menjadi dua bagian yaitu mubtada yang dzohir dan mubtada yang mudmar, mubtada dzohir penjelasannya telah dikemukakan, sedangkan  mubtada yang mudmar ada 12 yaitu:
انَا, نَحْنُ, اَنْتَ, اَنْتِ, اَنْتُمَا, اَنْتُمْ, اَنْتُنَّ, هُوَ,هِيَ,هُمَا, هُمْ, هُنّ
Seperti perkataan اَنَا جَالِسٌ
Adapun meng i’robnya adalah sebagai berikut:  اَنَا berkedudukan menjadi mubtada yang dirafakan, tanda rafanya mabni sukun. Sedangkan lafadh جَالِسٌ menjadi khobarnya dirafakan, tanda rafanya dengan dhomah.
Tidak diperbolehkan membuat mubtada dengan menggunakan isim dhomir muttasil tetapi diperbolehkan dengan setiap dhomir yang munfasil diantaranya ialah :
اَنَا, نَحْنُ, اَنْتَ, اَنْتِ, اَنْتُمَا, اَنْتُمْ, اَنْتُنَّ, هُوَ,هِيَ,هُمَا, هُمْ, هُنَّ
3.      Persyaratan Mubtada
Tidak boleh membuat mubtada dari isim nakirah, kecuali yang membolehkannya itu banyak, yaitu:
a.       Hendaknya mubtada nakirah didahului oleh nafi atau istifham. Contoh:
·         مَا رَجُلٌ جَالِسٌ                    = tiada seorang laki-laki yang berdiri
·         هَلْ رَجُلٌ جَالِسٌ                  = apakah ada seorang laki-laki yang duduk
·         ءَاِلهٌ مَّعَ اللهِ             = apakah disamping Allah ada Tuhan yang lain (An Naml : 60)
b.      Hendaknya mubtada isim nakirah disipati. Contoh:
·         وَلَعَبْدٌ مَؤْمِنٌ خَيْرٌ     = Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik ( Al Baqarah : 221)
c.       Hendaknya mubtada isim nakirah di mudhafkan. Contoh:
·         خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللهُ = Shalat lima waktu itu difardhukan oleh Allah
d.      Hendaknya khobar mendahului mubtada yang nakirah, yaitu dalam bentuk jar dan majrur atau dzaraf. Contoh:
·         عِنْدَكَ رَجُلٌ                        = Di sisimu terdapat seorang laki-laki
·         فِي الدَّارِ اِمْرَاَةٌ                     = Di dalam rumah terdapat seorang perempuan
·         وَلَدَيْنَا مَزِيْدٌ             = Dan pada sisi kami ada tambahannya (Qaaf : 35)
Terkadang mubtada itu berupa masdar yang ditakwilkan dari lafadh an dan fi’il, contoh:
وَاَنْ تَصُوْمُوْاخَيْرٌ لَّكُمْ = Dan berpuasa lebih baik bagi kalian (Al Baqarah : 184)
Bentuk takwilannya sama dengan:
صَوْمُكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ                   = Puasa kalian lebih baik bagi kalian
4.      Khobar dan pembagiannya
Khobar adalah bagian yang melengkapi faedah (kalam) beserta mubtada (menyempurnakan mubtada). Khobar ada dua macam yaitu khobar yng berbentuk mufrad dan khobar yang berbentuk ghair mufrad.
***Keterangan:
Yang dimaksud mufrad adalah مَا لَيْسَ جُمْلَةً وَ لَا شِبْهَهَا ( khobar yang bukan kalimah jumlah dan bukan pula serupa dengan jumlah).
Kalimah jumlah terdiri atas mubtada dan khobar atau terdiri atas fi’il dan fa’il. Serupa dengan jumlah yaitu dzharaf atau jar dan majrur.
Khobar ghair mufrod ialah khobar yang terdiri atas jumlah mubtada dan khobar atau terdiri atas fi’il dan fa’il.sebagaimana dijelaskan berikut ini:
a.       Khobar mufrod contohnya:
·         زَيْدٌ جَالِسٌ                      = Zaid duduk
·         الزَّيْدَانِ جَالِسَانِ              = kedua zaid itu kedua-duanya duduk
·         الزَّيْدُوْنَ جَالِسُوْنَ            = zaid itu semuanya duduk
·         زَيْدٌ اَخُوْكَ                      = Zaid saudara laki-lakimu
***Keterangn:
Lafadh جَالِسَانِ dan جَالِسُوْنَ, meskipun isim tatsniyah dan jamak namun kedua lafadh tersebut dianggap mufrod, sebab bukan kalimah jumlah mubtada dan khobar atau fi’il dan fa’il.
b.      Khobar ghair mufrod
a)      Khobar ghair mufrod adakalanya berbentuk jumlah ismiyah. Contoh:
·         وَلِبَاسُ التَّقْوى ذالِكَ خَيْرٌ = Dan pakaian takwa itulah yang paling baik (AL A’raf : 26)
·         قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ    = Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (Al Ikhlash : 1)
b)      Khobar ghair mufrod adakalanya berbentuk jumlah fi’liyah. Contoh:
·         وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ       = Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki (Al Qhashas : 68)
·         وَاللهُ يَقْبِضُ وَ يَبْصُطُ      = Dan Allah menyempitkan dan melapangkan rezeki (Al Baqarah : 245)
·         اللهُ يَتَوَفىَّ الاَنْفُسَ           = Allah mewafatkan jiwa seseorang (Az Zumar : 42)
Khobar sybhul jumlah (serupa dengan jumlah)
Khobar sybhul jumlah yaitu memakai dzharaf atau jar-majrur. Contoh khobar yang memakai dzharaf seperti:
·         زَيْدٌ عِنْدَكَ               = Zaid di sisimu
·         السَّفَرُ غَدًا               = Bepergian itu besok
·         والرَّكْبُ اَسْفَلَ مِنْكُمْ  = Kafilah itu berada di bawah kaliah (Al Anfal : 42)
Sedangkan khobar syibhul jumlah yang memekai jar-majrur, contohnya seperti:
·         زَيْدٌ فِى الدَّارِ                       = Zaid berada di dalam rumah
·         الحَمْدُ لِلهِ                 = Segala puji bagi Allah (Al Fatihah : 2)
Bentuk lain dari khobar
Zaman tidak boleh dijadikan khobar bagi dzat (manusia).
·         زَيْدٌ اليَوْمَ                = Zaid pada hari ini
Tetapi boleh dijadikan khobar dari makna,
·         الصَّوْمُ اليَوْمَ                       = Puasa itu pada hari ini
·         السَّفَرُ غَدًا               = bepergian itu besok
Seperti perkataan ulama nahwu:
·         اللَيْلَةَ الهِلَالُ                        = Pada malam ini ada hilal
Kalimah seperti ini harus ditakwilkan maknanya
·         اللَيْلَةَ رُؤْيَةُ الهِلاَل   = Hilal muncul malam ini
Khobar itu boleh berbilang, contoh:
·         وَهُوَ الغَفُوْرُ الوَدُوْدُ ذُوْ العَرْشِ المَجِيْدُ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُ
Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, Yang Mempunyai singgasana, lagi Maha Mulia. Maha Kuasa berbat apa yang dikehendaki-Nya ( Al Buruuj : 14-16)
Terkadang Khobar itu mendahului mubtada secara jawaz (boleh). Contoh:
·         فِى الدَّارِ زَيْدٌ                       = Di rumah ada zaid
Terkadang diwajibkan mendahulukan khobar atas mubtada. Contoh:
·         اَيْنَ زَيْدٌ                              = Dimanakah zaid
·         اِنَّمَا عِنْدَكَ زَيْدٌ                     = Sesungguhnya di sisimu hanya ada zaid
5.      Hukum membuang mubtada dan khobar
a.       Terkadang dibuang semua mubtada dan khobar (kedua-duanya) secara jawaz (boleh). Contoh:
·         سَلَامٌ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ (Adz Dzaariyaat : 25 )
Bentuk lengkapnya adalah:
·        سَلَامٌ عَلَيْكُمْ اَنْتُمْ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ
Kesejateraan dilimpahkan atas kalian. Kalian adalah orang-orang yang tidak dikenal.
b.      Khobar wajib dibuang dalam empat keadaan, yaitu:
1)      Sesudah lafadhلَوْلاَ  Contoh:
·        لوْلَا اَنْتُمْ لَكُنَّ مُؤْمِنِيْنَ
Kalaulah tidak karena kalian, tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman (Saba : 31)
Bentuk lengkapnya adalah:
·        لَوْلَا اَنْتُمْ مَوْجُوْدُوْنَ لَكُنَّ مُؤْمِنِيْنَ
Kalaulah tidak ada kalian, tentulah kami menjadi orang-orang yang beriman
2)      Sesudah qosam (sumpah) yang sharih (jelas). Contoh:
·         لَعُمْرَكَ اِنَّهُمْ ..            = Demi umurmu, sesungguhnya mereka adalah ....
Bentuk lengkapnya adalah:
·         لَعُمْرَكَ قَسَمِي = Demi umurmu sebagai sumpahku
3)      Sesudah wawu ma’iyyah. Contoh:
·         كُلُّ صَانِعٍ وَ مَا صَنَعَ             = Setiap yang berprofesi dengan profesinya
Bentuk lengkapnya adalah:
·         كُلُّ صَانِعٍ وَ مَا صَنَعَ مَقْرُوْنَانِ = Setiap yang berprofesi dengan profesinya selalu berbarengan
4)      Sebelum hal yang tidak patut menjadi khobar. Contoh:
·         ضَرْبِي زَيْدًا قَائِمًا                   = Pukulanku pasti menimpa zaid apabila dia berdiri
Bentuk lengkapnya adalah:
ضَرْبِي زَيْدًا اِذَا كَانَ قَائِمًا            = Pukulanku pasti menimpa zaid bilamana dia berdiri